nyamuk penyebab demam berdarah

Waspadai Deman Berdarah Pada Anak Ketahui Gejalanya

 

Demam menjadi indikasi adanya penyakit lain yang diderita. Salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang angka kejadiannya terus meningkat dan saat ini relatif kematian cenderung naik. Bahkan angka kematian di RSCM pada kasus DBD cenderung naik pada dewasa muda, yang sebelumnya angka terbesar terjadi pada rentang usia 4-14 tahun.

Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.

Sayangnya masih banyak kesalahan dalam menangani demam, khususnya demam pada infeksi Virus Dengue pada anak.

Saat anak demam tinggi, biasanya orangtua tidak mengukur suhu dengan benar. Selain itu mengompres dengan cara keliru dan, “ kurang mengenal obat penurun demam yang baik dan tepat,” ungkap dr. Alan dalam konferensi pers menyambut ulangtahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang ke 59, (26/6/2010), dengan Kampanye “Tangani Tepat Demam pada DBD Anak”.

nyamuk penyebab demam berdarah

Sudah terlalu sering kita membaca atau mendengar melalui media, demam yang mengiringi sakit Dengue membuat orangtua merasa “kecolongan”. Perlu diketahui bahwa perjalanan DBD meliputi 3 fase, yaitu:

  • fase demam (2-7hari),
  • fase kritis (24-48 jam)
  • serta fase penyembuhan (2-3 hari).

demam berdarah pada anak

 

“Pada infeksi dengue obat penurun demam diperlukan hanya pada fase demam dan penyembuhan,” katanya, yang menyarankan orangtua cukup memberi parasetamol sebagai obat penurun demam, termasuk pada demam Dengue ini.

Menyadari tugas bidan yang boleh dibilang berada di garda depan pelayanan kesehatan, diharapkan orangtua tidak ragu memeriksakan demam anak-anaknya kepada bidan yang terdekat. Melalui bidan, orangtua yang anaknya demam akan memperoleh edukasi dengan menyarankan minum yang banyak dan memberi parasetamol untuk menurunkan demam.

demam berdarah

Mengapa parasetamol? Sebab untuk menangani nyeri dan demam, parasetamol sudah direkomendasikan oleh ahli kesehatan termasuk dokter anak di seluruh dunia.

Sebagai orang awam, orangtua memang tak dapat membedakan demam biasa dengan demam berdarah, Demam berdarah hanya bisa diketahui melalui tes laboratorium dengan indikasi turunnya leukosit dan atau naiknya hematokrit dan turunnya trombosit. Dengan rujukan dari dokter akan jelas tes darah apa saja yang harus dilakukan untuk menegakkan diagnosa.

Menurut Djagad Prakasa Dwialam, Commercial Director GSK Consumer Healthcare Indonesia, “dari survey kualitatif dan kuantitatif ibu yang punya anak 1-12 tahun di Jakarta kebanyakan melakukan pengobatan sendiri di rumah, dan jika gejala demam tidak turun baru membawa anaknya ke dokter atau rumahsakit.” Ketua Pengurus Pusat IBI, DR. Harni Koesno, MKM, berharap bidan dapat membantu masyarakat untuk bisa membedakan demam biasa dan demam pada DBD anak, “sehingga dapat memberikan informasi dan konsultasi yang tepat”.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: