tes dna

Tes DNA – Tes Maternitas dan Paternitas

Identifikasi DNA, Antara Kebutuhan dan Pengingkaran

 

 

Setiap orang memiliki DNA yang unik. DNA (deoxyribo nucleic acid) adalah materi genetik blue-print of life yang membawa informasi yang dapat diturunkan. Molekul DNA dapat ditemukan pada semua sel pada organisme yang berfungsi pada metabolisme sel. Dalam inti sel, DNA membentuk satu kesatuan untaian yang disebut kromosom.

Setiap sel manusia normal akan memiliki 46 kromosom yang terdiri dari 22 kromosom autosom yang menentukan karakteristik fisik seseorang dan 1 pasang kromosom seks (XX atau XY) yang menentukan jenis kelamin seseorang.

jenis tes dna

 

Setiap anak akan memiliki setengah pasang kromosom dari ayah dan setengahnya lagi dari ibu, sehingga setiap individu membawa sifat yang diturunkan baik dari ibu maupun dari ayah, termasuk di dalamnya penurunan risiko penyakit kepada anak yang mungkin diderita dalam garis keluarga ibu atau ayah ke atas. Beberapa penyakit yang dapat diturunkan secara genetis yang dapat dideteksi dari pemeriksaan DNA antara lain Talasemia (6-10% orang Indonesia adalah carrier), Cycstic Fibrosis, Buta warna, Down Syndrome, NTD (Neural Tube Defect), Syndroma Noonan, Autis, Hemofilia, Gondok, Cerebral Palsy, Skizofrenia, Anemia, Alzheimer, Albinisme (orang dengan albino), Diabetes dan masih banyak lagi.

DNA terdapat di semua sel tubuh dan sifatnya yang sama di setiap jaringan atau organ tubuh (darah, keringat, tulang, akar rambut, lendir, urin, semen, cairan vagina atau sel rektum) serta tidak berubah selama kehidupan membuat identifikasi DNA menjadi kunci penting dalam mengungkap banyak kasus kriminal maupun terorisme.

Tes ini dapat dilakukan pada janin sampai pada orang yang sudah meninggal.

Tes Paternitas

tes paternitas

Tes paternitas adalah tes uji DNA untuk menentukan apakah seorang pria adalah ayah biologis dari seorang anak. Karena kita semua mewarisi DNA maka tes paternitas akan membandingkan pola DNA anak dengan terduga ayah untuk menunjukkan kepastian adanya hubungan biologis.
Tes paternitas dilakukan untuk kasus-kasus seperti penentuan ayah biologis pada kasus kehamilan karena perkosaan massal, identifikasi anak karena kasus perdagangan anak atau anak hilang atau perebutan hak asuh atas seorang anak.

Tes Maternitas

tes maternitas

Pada dasarnya sama dengan tes paternitas yaitu untuk menentukan ibu biologis seorang anak. Umumnya dilakukan pada kasus-kasus seperti dugaan tertukarnya bayi, kasus bayi tabung, kasus anak angkat termasuk pula pada penentuan ibu kandung pada pemecahan kasus perdagangan anak.

Identifikasi DNA untuk tes paternitas dilakukan dengan menggunakan penanda STR (Short Tandem Repeat) yang merupakan salah satu prosedur tes DNA yang sangat sensitif karena memiliki variasi yang tinggi antar lokus STR maupun antar individu.

Tes paternitas juga dapat dilakukan pada janin dalam kandungan (prenatal). Pengambilan sampel sel harus dilakukan oleh ahli kandungan dengan menggunakan kateter dan bantuan USG dari plasenta atau selaput yang menyelubungi janin
pada janin yang berusia 10 sampai 13 minggu (Chorionic Villi Sampling). Untuk janin yang telah berusia 14 sampai 24 minggu dapat digunakan cara Amniocentesis yaitu dengan pengambilan sel janin yang ada pada cairan ketuban yang mengelilingi janin menggunakan jarum panjang.

Menurut Dr. Herawati Sudoyo, Ph D dari Yayasan GenNeka Lembaga Biologi Molekul Eijkman Jakarta, Tes DNA memiliki akurasi yang sangat tinggi (lebih dari 99,99% benar). Sehingga hasil tes DNA dapat digunakan sebagai alat bukti hukum bila pengambilan sampel juga dilakukan melalui prosedur hukum yang benar. Terbukti pada waktu lalu telah berhasil membantu Kepolisian Indonesia dalam pengungkapan kasus bom.

Sayangnya pemeriksaan tes DNA masih mahal. Sekitar Rp.7.500.000,- per paket termasuk biaya konsultasi.

tes dna

Lembaga Eijkman sejak 2004 telah mengembangkan unit DNA Forensik dan menjadi pusat acuan nasional untuk identifikasi DNA. Unit ini menjadi sangat penting untuk mengungkap berbagai kasus kriminal maupun terorisme, termasuk melakukan analisis DNA untuk keperluan reuni keluarga, identifikasi orang hilang atau pada kasus identifikasi korban bencana (DVI/ Disaster Victim Identification) seperti kasus keluarga/anak hilang pasca tsunami Aceh beberapa tahun lalu.

Lembaga Eijkman ditunjuk oleh salah satu LSM internasional yang peduli dengan terjadinya peningkatan perdagangan manusia di seluruh belahan dunia, terputusnya tali keluarga dari banyak anak-anak di dunia akibat bencana dan perang saudara. LSM ini akan membantu dari sisi keuangan dan basis data bersama lembaga-lembaga lain yang sejenis

Whalaa Search Terms:

  • hasil tes maternitas
  • tes pater
  • tes paternit

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: