Gerhana Bulan Total Terlama

Gerhana Bulan Terlama Akan Terjadi Pada Tanggal 28 Juli 2018


Warning: preg_replace(): Unknown modifier '/' in /srv/users/serverpilot/apps/whalaa/public/wp-content/plugins/jetpack/class.photon.php on line 331

Tinggal hitungan hari bahkan jam kita akan menyaksikan gerhana bulan total terlama yang akan terjadi pada tanggal  28 Juli 2018 besok,  fase totalnya akan terjadi antara pukul 02.30 hingga 04.13 WIB, selama 107 menit terlama di abad ini karena lintasannya dekat dengan garis tengah lingkaran bayangan Bumi dan jarak Bulan terjauh dari Bumi,” ujar Thomas melalui pernyataan di akun Facebook pribadinya yang diposting Rabu 25 Juli 2018. Sementara itu, menurut Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, fase gerhana Bulan sebagian dimulai pukul 01.24 sampai 15.19 WIB.

Pada saat gerhana Bulan total, Bulan akan berwarna merah darah sehingga disebut Blood Moon. Warna merah darah tersebut disebabkan oleh pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, sehingga warna merah cahaya Matahari menimpa purnama.

“Maka media sering menyebutnya fenomena akhir Juli ini sebagai micro-blood-moon,” imbuhnya.

Gerhana Bulan 28 Juli besok akan terlihat jauh lebih kecil dari biasanya, sebab Bulan sedang berada di posisi terjauhnya dari Bumi. Selain itu, pada saat gerhana berlangsung, Bulan akan menampilkan warna merah darah, yang jarang sekali kita lihat saat gerhana bulan total.

Untuk itulah fenomena akhir Juli ini dikenal sebagai micro Blood Moon atau “Bulan Darah” berukuran mikro. Banyak orang yang tahu tentang Supermoon, namun tak sedikit orang yang masih asing mendengar istilah micro Blood Moon.

Gerhana akan benar-benar terlihat dari Afrika Timur dan Asia Tengah; terlihat saat bulan baru terbit dari Amerika Selatan, Afrika Barat, dan Eropa; dan terlihat saat bulan akan terbenam dari Asia Timur, dan Australia.

Gerhana Bulan total terjadi ketika Bulan memasuki umbra (bayangan gelap) Bumi. Gerhana bermula ketika Bulan perlahan memasuki umbra, sehingga permukaannya akan sedikit tergigit dan perlahan-lahan gigitannya mulai membesar. Selanjutnya, ketika Bulan benar-benar berada di tengah umbra Bumi, ia akan merona dengan warna merah kecokelatan. Rona merah kecokelatan pada Bulan tersebut disebabkan oleh hamburan rayleigh (efek atmosfer yang serupa dengan efek yang menyebabkan langit memerah saat Matahari terbenam) pada atmosfer Bumi yang sampai ke bayangan umbranya.

Berikut simulasi menunjukkan perkiraan munculnya Bulan melewati bayangan Bumi. Bulan kecerahan yang berlebihan dalam bayangan umbral. Bagian utara dari Bulan berada paling dekat dengan pusat bayangan, sehingga yang paling gelap, dan yang paling merah dalam penampilan.


By TomruenKarya sendiri, CC BY-SA 4.0, Link
Jangan sampai terlewatkan!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: